Home Hotnews Dari Warung ke Usaha Naik Kelas: Peran BPR Bantu UMKM Madiun Tumbuh...

Dari Warung ke Usaha Naik Kelas: Peran BPR Bantu UMKM Madiun Tumbuh Lebih Kuat

156
0
BPR dukung pengembangan UMKM di Madiun
BPR dukung pengembangan UMKM di Madiun

MADIUN, KAMINEWS.COM – Tak banyak yang tahu, salah satu penggerak utama ekonomi lokal di Kota Madiun bukanlah perusahaan besar atau investasi asing, melainkan lembaga keuangan yang sering kali ada di sekitar kita: Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

BPR dikenal sebagai “banknya rakyat kecil”. Tapi di balik citra sederhana itu, BPR punya peran besar membantu ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap bertahan — bahkan berkembang pesat — di tengah tantangan ekonomi.

Sebut saja Aulia Siti Rohma, pemilik usaha kuliner khas Madiun. Ia mengaku pernah hampir menutup usahanya karena kekurangan modal.

“Waktu itu pesanan makin banyak, tapi alat masak saya terbatas. Setelah dapat pembiayaan dari BPR, saya bisa beli peralatan baru dan tambah karyawan. Sekarang saya sudah punya dua cabang kecil,” ujarnya sambil tersenyum.

Cerita seperti Siti bukan hal langka di Madiun. Ambil contoh saja salah satu data keuangan dari salah satu BPR di wilayah lain menunjukkan performa yang sangat solid. Hingga September 2025, total asetnya mencapai sekitar Rp229 miliar, dengan penyaluran kredit produktif sebesar Rp152 miliar dan laba bersih sekitar Rp2,6 miliar.

Angka tersebut menunjukkan BPR tak hanya bertahan, tetapi juga aktif menyalurkan dana ke sektor produktif, termasuk usaha rumahan, toko kelontong, bengkel, hingga industri makanan lokal.

Menurut Kepala OJK Madiun, kekuatan BPR terletak pada kedekatannya dengan masyarakat.

“BPR lebih memahami karakter lokal. Mereka tahu siapa nasabahnya, apa kebutuhannya, dan bagaimana membantu agar usahanya tidak sekadar bertahan tapi berkembang,” jelasnya.

Pemerintah Kota Madiun juga menyambut positif kiprah BPR yang terus memperluas layanan digital agar pelaku UMKM bisa lebih mudah mengakses pembiayaan.

“Kami dorong sinergi antara BPR dan pelaku UMKM, terutama dalam literasi keuangan digital. Ini bagian penting dari penguatan ekonomi lokal,”.

Dengan kinerja keuangan yang sehat, rasio kredit bermasalah (NPL) rendah, dan modal yang kuat, BPR kini tengah bersiap memperluas pembiayaan bagi usaha produktif di daerah.

BPR memang bukan lembaga raksasa. Tapi bagi banyak pelaku UMKM, keberadaannya seperti teman seperjuangan — membantu mereka tumbuh dari nol hingga punya usaha yang mapan. Di Madiun, cerita sukses UMKM adalah bukti nyata bahwa ekonomi daerah bisa bergerak maju jika keuangan lokal ikut berperan.)***WHS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here