PALU , KAMINEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terus mengalami penurunan seiring meluasnya musim kemarau. Wilayah bagian selatan Indonesia, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kini dilaporkan telah melewati Hari Tanpa Hujan (HTH) secara berturut-turut.
Menurut rilis pemutakhiran iklim dari BMKG, penguatan Monsun Australia menjadi pemicu utama berkurangnya curah hujan secara signifikan. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari durasi normalnya, mencakup hampir 48,77% luas daratan di Indonesia.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kekeringan meteorologis, keterbatasan ketersediaan air bersih, serta perubahan suhu harian yang mencolok antara siang dan malam,” ujar perwakilan BMKG dalam keterangan resminya.
Meskipun wilayah selatan mulai kering, BMKG tetap mengeluarkan status siaga peringatan dini untuk potensi hujan lebat disertai petir di beberapa wilayah utara dan timur, seperti Sumatra Utara dan Papua Pegunungan. Masyarakat diharapkan tetap memperbarui informasi cuaca berkala demi kelancaran aktivitas sehari-hari.
























