Home Hotnews Dari Masjid Menuju Kebun Produktif, Tim Marbot Manarul Iman Belajar Integrated Farming...

Dari Masjid Menuju Kebun Produktif, Tim Marbot Manarul Iman Belajar Integrated Farming di Sedesa Farm Lamongan

10
0

Lamongan, Kaminews.com — Komitmen membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat terus diperkuat oleh Tim Marbot Masjid Manarul Iman Krian. Bersama Moh Makrus Sahlan, Founder Jelajah Selindu sekaligus Pegiat Literasi Jawa Timur, mereka melakukan kunjungan edukatif ke Sedesa Farm, kawasan Integrated Farming berbasis Internet of Things (IoT) yang berlokasi di Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan Gerakan Kebun Masjid, sebuah program yang mengintegrasikan penghijauan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat melalui peran strategis masjid. Selama kegiatan, peserta mempelajari konsep pertanian terpadu, mulai dari teknik budidaya tanaman, pengelolaan lahan secara berkelanjutan, hingga pemanfaatan teknologi IoT untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian.

Founder Jelajah Selindu, Moh Makrus Sahlan, mengatakan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Ketahanan pangan dapat dimulai dari masjid ketika masyarakat mau belajar, mencoba, dan berkolaborasi. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga keberanian mempraktikkan ilmu untuk menjawab kebutuhan di sekitar kita,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Sedesa Farm, Kurniawan Adi Prastyo, mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti kegiatan.

“Semangat belajar peserta sangat luar biasa. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat dikembangkan dan diterapkan di lingkungan masjid maupun masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Kunjungan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para peserta. Salah satunya, Hamid Sungkowo, yang mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pertanian modern dan berharap ilmu yang didapat dapat segera diterapkan melalui program Kebun Masjid.

Hal senada disampaikan Suyatno. Menurutnya, masyarakat memiliki peluang besar untuk memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah maupun masjid sebagai kebun produktif.

“Ternyata segala sesuatu ada ilmunya. Semoga gerakan menanam ini mampu mewujudkan lingkungan yang hijau, asri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kunjungan edukatif ini, Tim Marbot Masjid Manarul Iman Krian berharap Gerakan Kebun Masjid dapat berkembang menjadi ruang belajar bersama yang mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri, peduli terhadap lingkungan, serta berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Dengan semangat kolaborasi, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi, pemberdayaan, dan keberlanjutan bagi masyarakat sekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here