MADIUN, KAMINEWS.COM – Di tengah persaingan bisnis yang kian kompleks, perusahaan lokal dengan portofolio lintas sektor mulai menata langkah baru melalui sinergi antarunit usaha. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat daya saing, mendorong efisiensi operasional, dan menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Salah satu strategi yang kini menjadi fokus adalah penguatan bisnis berbasis ekosistem internal, di mana perusahaan keuangan lokal seperti Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memanfaatkan potensi jaringan dari berbagai unit usaha yang telah dimiliki, mulai dari sektor otomotif, ritel, hingga properti dan perhotelan. Langkah ini tidak hanya memperluas basis pelanggan, tetapi juga memperdalam loyalitas konsumen melalui hubungan lintas layanan.
“Dengan memaksimalkan data pelanggan yang sudah ada, kita bisa menciptakan pengalaman finansial yang lebih personal, efisien, dan relevan,” ujar seorang pengamat ekonomi Madiun. “Kuncinya ada pada digitalisasi dan integrasi antar lini bisnis.”
Upaya transformasi digital dilakukan melalui pengembangan sistem core banking modern, penerapan Customer Relationship Management (CRM), serta dashboard kredit real-time yang memudahkan pemantauan kinerja dan risiko pembiayaan. Tak hanya itu, perusahaan juga tengah menyiapkan aplikasi mobile agar nasabah dapat mengakses layanan keuangan kapan pun dan di mana pun.
Pendekatan ini juga memperkuat strategi retensi pelanggan. Melalui analisis perilaku nasabah, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi churn (nasabah yang berisiko berhenti menggunakan layanan) dan menawarkan solusi personal, seperti penawaran khusus, program loyalitas, atau pembiayaan dengan skema fleksibel.
“Sinergi antarunit usaha memungkinkan efisiensi biaya promosi, distribusi, dan data. Ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan arah baru dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang saling menopang,”.
Ke depan, strategi berbasis ekosistem seperti ini diyakini akan menjadi pilar pertumbuhan baru bagi lembaga keuangan lokal. Dengan memanfaatkan kekuatan internal dan menerapkan teknologi secara tepat, transformasi menuju perbankan yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelanggan bukan lagi sekadar wacana—tetapi keniscayaan bagi masa depan bisnis di era digital.)***WHS





























