CIAMIS KAMINEWS.COM Momen haru terjadi dalam acara pembagian rapor di SMP Negeri 3 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) tampak hadir mendampingi salah satu siswa kelas IX yang telah kehilangan kedua sosok orang tuanya.
Petugas Damkar tersebut diketahui bernama Dikri Nur. Ia hadir bukan untuk anak atau keluarganya, melainkan untuk mendampingi Adi Taufik, siswa kelas IX D yang selama ini harus menjalani hidup tanpa kehadiran orang tua.
Momen tersebut menjadi perhatian publik setelah Dikri mengunggah video pendampingannya melalui akun TikTok pribadinya, @dikri_nur, pada Senin (22/6/2026).
Dalam video itu, terlihat Adi melakukan prosesi sungkeman kepada Dikri usai menerima rapor. Sementara itu, Dikri tampak menahan haru menyaksikan ketegaran remaja berusia 15 tahun tersebut.
“Menatap kosong bukan berarti kebingungan, melainkan sangat takjub dengan perjuanganmu,” tulis Dikri dalam unggahannya.
Menurut penuturan Dikri, Adi telah kehilangan ibunya yang meninggal dunia beberapa tahun lalu. Sementara itu, sang ayah yang berada di luar kota disebut sudah lama tidak diketahui keberadaannya.
“Adi, ibu kamu memang sudah tidak ada di dunia ini. Sedangkan ayah kamu yang berada di luar kota, tak pernah ingin tahu keberadaanmu,” ungkap Dikri.
Dikri menjelaskan, dirinya diminta oleh wali Adi untuk mendampingi siswa tersebut saat pembagian rapor sekaligus mengikuti prosesi sungkeman yang menjadi bagian dari kegiatan sekolah.
“Pada saat pembagian rapor, wali kamu meminta saya sebagai petugas untuk mendampingi kamu saat pengambilan rapor sekaligus mengikuti kegiatan prosesi sungkeman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dikri mengaku kagum dengan semangat dan kemandirian Adi. Meski masih berstatus pelajar, Adi diketahui telah bekerja serabutan di luar jam sekolah selama hampir tiga tahun demi memenuhi kebutuhan pribadinya.
Menurut Dikri, kakak dan kakak ipar Adi sebenarnya bersedia membantu memenuhi kebutuhannya. Namun, Adi memilih untuk tidak membebani keluarganya.
“Kakakmu dan kakak iparmu bukan tidak mampu untuk membiayai kamu, tapi memang kamu yang tidak mau membuat orang di sekitarmu khawatir,” kata Dikri.
“Luar biasanya, saya mendengar kamu sudah hampir tiga tahun mau bekerja serabutan di luar jam sekolah demi mendapatkan uang jajan untuk menghidupi diri sendiri,” sambungnya.
Di akhir pesannya, Dikri memberikan semangat kepada Adi agar tetap tegar menghadapi kehidupan dan terus berjuang meraih cita-citanya.
“Adi, orang rajin sepertimu suatu saat akan menemukan jalan yang indah di depan sana. Percayalah, ibumu kini sudah tenang di alam sana dan pasti akan sangat bangga melihat anaknya semandiri kamu,” tuturnya.
Kisah Adi dan kepedulian Dikri pun menuai banyak apresiasi dari warganet. Banyak yang merasa terharu sekaligus kagum atas ketulusan seorang petugas Damkar yang bersedia hadir sebagai sosok pengganti orang tua di momen penting seorang anak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan empati dapat hadir dari siapa saja, bahkan dari orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki hubungan keluarga.
























