Home Bisnis Pelatihan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Mandiri Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Wilayah Pesisir

Pelatihan Pengelolaan Keuangan Mandiri Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Wilayah Pesisir

6
0

KAMINEWS.COM – Dalam upaya meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat wilayah pesisir, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Keuangan Mandiri Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Masyarakat Wilayah Pesisir.” Kegiatan ini ditujukan untuk membekali masyarakat pesisir dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan, mengembangkan jiwa kewirausahaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil laut sebagai sumber peningkatan pendapatan.

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sebagian masyarakat pesisir yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha. Ketergantungan pada hasil tangkapan laut yang bersifat musiman sering kali menyebabkan ketidakstabilan pendapatan, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan dan pelaku usaha di wilayah pesisir.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian PPNS memberikan pelatihan mengenai pengembangan mindset entrepreneurial sebagai fondasi dalam membangun kemandirian ekonomi. Peserta diajak untuk memahami pentingnya pola pikir wirausaha, kemampuan melihat peluang usaha, keberanian mengambil keputusan, serta inovasi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Melalui materi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga mampu menciptakan berbagai peluang usaha yang bernilai tambah.

Untuk memberikan inspirasi nyata kepada peserta, kegiatan ini juga menghadirkan salah satu narasumber yang merupakan alumni Program Studi Manajemen Bisnis PPNS yang telah berhasil membangun dan mengembangkan usaha budidaya serta pemasaran lobster. Dalam sesi berbagi pengalaman, narasumber menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari skala kecil hingga mampu berkembang menjadi usaha yang memberikan nilai ekonomi signifikan. Ia menekankan pentingnya keberanian memulai usaha, konsistensi dalam menjaga kualitas produk, serta kemampuan mengelola keuangan secara disiplin sebagai kunci keberhasilan bisnis.

Kisah sukses tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta karena menunjukkan bahwa peluang usaha di sektor kelautan dan perikanan masih sangat terbuka jika dikelola dengan strategi yang tepat. Narasumber juga berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha lobster, mulai dari pengelolaan modal, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Melalui pengalaman tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana potensi sumber daya pesisir dapat diolah menjadi usaha yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Selain itu, pelatihan juga menitikberatkan pada pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien bagi masyarakat pesisir. Materi yang diberikan mencakup penyusunan anggaran rumah tangga, pencatatan arus kas sederhana, pengelolaan modal usaha, perencanaan tabungan, hingga strategi menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dengan kemampuan mengelola keuangan secara lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengatur pengeluaran, meningkatkan kemampuan menabung, serta mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan produktif.

Aspek lain yang menjadi fokus kegiatan adalah optimalisasi produk hasil laut oleh nelayan. Tim pengabdian memberikan wawasan mengenai pengolahan hasil laut menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti produk olahan ikan, makanan berbasis hasil laut, maupun diversifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu nelayan dan keluarga pesisir memperoleh sumber pendapatan tambahan sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga hasil tangkapan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan sesi praktik sederhana yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman terkait tantangan ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari. Kehadiran alumni PPNS yang telah sukses membangun usaha di bidang perikanan juga memberikan motivasi tersendiri bagi peserta untuk mulai melihat potensi ekonomi di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, PPNS berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat pesisir yang lebih mandiri, produktif, dan tangguh secara ekonomi. Penguatan kapasitas masyarakat dalam bidang kewirausahaan, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan hasil laut secara optimal diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen PPNS dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi pesisir yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing.