Home Hotnews Libur Sekolah dan Cuaca Tak Menentu Picu Kepadatan di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk

Libur Sekolah dan Cuaca Tak Menentu Picu Kepadatan di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk

7
0

KAMINEWS.COM BANYUWANGI — Libur sekolah yang bertepatan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Bali menyebabkan arus penyeberangan di lintas Jawa–Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini semakin diperparah oleh cuaca yang tidak menentu di wilayah Selat Bali.

Sejak awal pekan ini, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang terpantau mengular hingga sekitar 5 kilometer dari area pelabuhan. Kendaraan pribadi, bus pariwisata, hingga truk logistik mendominasi kepadatan arus penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mencatat lonjakan volume kendaraan mulai terjadi sejak Minggu (21/6), terutama dari kendaraan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur sekolah untuk berlibur ke Bali.

Data lapangan menunjukkan rata-rata kendaraan yang menyeberang dalam 24 jam terakhir mencapai lebih dari 12.000 unit kendaraan, didominasi mobil pribadi dan kendaraan roda dua. Sementara jumlah penumpang diperkirakan menembus puluhan ribu orang per hari selama puncak libur sekolah. Untuk mengurai antrean, ASDP mengoperasikan hingga 40 kapal ferry di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Selain lonjakan kendaraan, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan data BMKG hari ini, Rabu (24/6/2026), kondisi cuaca maritim di Selat Bali dan Laut Bali didominasi berawan hingga cerah berawan. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama peningkatan kecepatan angin.

BMKG mencatat kecepatan angin di wilayah Selat Bali berkisar 8–29 knot, dengan arah dominan dari selatan hingga barat daya. Sementara tinggi gelombang berada pada kategori rendah hingga sedang, yakni sekitar 0,5–1,25 meter di Laut Bali dan berpotensi mencapai 1,25–2,5 meter di beberapa titik perairan sekitar Selat Bali.

Meski kondisi pelayaran saat ini masih relatif aman, angin kencang sesaat dan perubahan cuaca cepat berpotensi memengaruhi operasional penyeberangan. Karena itu, operator kapal dan pengguna jasa penyeberangan diminta terus memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan.

PT ASDP bersama otoritas pelabuhan terus mengoptimalkan layanan melalui penambahan kapal, percepatan bongkar muat, dan pengaturan arus kendaraan di area buffer zone untuk mengurangi kepadatan.

Masyarakat yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk diimbau datang lebih awal, memastikan kondisi kendaraan prima, serta menyiapkan perjalanan dengan matang. Di tengah tingginya arus libur sekolah dan cuaca yang fluktuatif, kewaspadaan dan kesabaran menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman, lancar, dan nyaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here